Rabu, 19 Oktober 2011

Seminar MSDM: "Human Capital Management in Banking Facing the Creative Era"

Mahasiswa mata kuliah MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) ABFI Institute Perbanas mengadakan seminar bertajuk "Human Capital Management in Banking Facing the Creative Era" pada hari Jumat, 5 Juni 2009 dari pukul 09:00 sampai dengan 11:30 WIB. Hadir sebagai pembicara Sabarudin Napitulu (Dosen luar biasa), Yudhi Soerjoatmojo (British Council) dan Mariam (Praktisi Bank Danamon) serta Sri Sadana sebagai moderator.
msdm
Seminar ini membahas tentang manusia diterima sebagai modal utama organisasi yang portofolio-nya harus diperhatikan dengan baik dan ditumbuhkan dalam rangka mengembangkan organisasi.
Manusia dipertimbangkan sebagai bagian penting dari strategi organisasi. Dunia bisnis global abad 21 terdapat peluang dan tantangan yaitu aliran modal tanpa batas, dominasi sektor jasa, hiper kompetisi, tehnologi canggih, dorongan kuan pasar, jejaring komplek, perubahan akseleratif dan keseluruhan

msdm

tersebut mempengaruhi dalam organisasi bisnis. Tujuh core kompetisi pekerja dalam era perubahan yaitu belajar untuk mendengar, komunikasi dan kolaborasi, berpikir kreatif dan menyelesaikan masalah, mengenal teknologi, mengenal bisnis global, pengembangan kepemimpinan, karir dalam manajemen. Manusia diterima sebagai sumber daya yang bernilai, setara dengan sumber daya organisasi lainnya (mesin, uang, dll.) Sumber daya manusia (SDM) perlu dikelola dengan baik dan efektif. Manusia dinilai sebagai aset organisasi lebih dari sebelumnya (fakta dari war for talent). kreatifitas manusia pun mempengaruhi masa depan dan kehidupan yang masa datang. Dengan kreatifitas manusia dapat membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain contoh: Desainer Oscar Lawalata yang memenangkan Festival Mode Pakaian dunia di Milan 2008. yang mengorganisir para pengerajin di Indonesia dalam merancang pakaian-pakaian yang dia ciptakan. Seminar ini didukung oleh Salemba Empat, Orang tua mahasiswa, dan Kantor Walikota Jakarta.

Seminar Pengembangan SDM TIK untuk Meningkatan Potensi Daerah di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh

DETIKNAS pada tahun ini kembali menyelenggarakan sosialisasi ke daerah-daerah di wilayah Indonesia. Daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut kali ini adalah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Sosialisasi DETIKNAS di Lhokseumawe kali ini berbentuk seminar bertemakan “Pengembangan SDM Berbasis TIK”. Bertempat di Aula Setda Kota Lhokseumawe, seminar dihadiri oleh beberapa pejabat dan para pemangku kepentingan bidang TIK di wilayah Provinsi Aceh, diantaranya adalah seluruh Kepala SKPD, Rektor UNIMAL, akademisi dari Universitas Al Muslim, Politeknik Negeri Lhokseumawe serta para Pimpinan Bank dan pengusaha yang ada di Kota Lhokseumawe.
Seminar dibuka oleh Walikota Lhokseumawe Bapak Munir Usman. Pada kesempatan tersebut Bapak Walikota mengutarakan pemanfaatan kemajuan TIK sekarang sudah tidak bisa dihindari lagi, hampir disetiap celah kehidupan sehari-hari tidak lepas dengan penggunaan TIK. Namun, perkembangan teknologi juga tidak lepas dari efek negatif, hal inilah yang perlu diantisipasi agar manfaat yang diperoleh dapat menghasilkan hasil yang optimal.
Acara selanjutnya adalah paparan dari para narasumber, narasumber yang pertama adalah Zainal A. Hasibuan, Ph.D.  selaku wakil ketua Tim Pelaksana DETIKNAS. Dalam paparanya Bapak Zainal memberikan materi tentang kedudukan, program strategis serta kegiatan DETIKNAS selama ini di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Bapak Zainal  juga menjelaskan bahwa SDM dengan pengetahuan TIK merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh dalam peningkatan daya saing bangsa.
Sementara narasumber selanjutnya yaitu  Prof. Zulkarnain Lubis memberikan materi tentang Perkembangan Dosen dan PTS serta kelas jarak jauh selama ini di Wilayah Kopertis I Sumut dan Aceh. Kegiatan juga di isi dengan sesi tanya dan jawab serta ditutup dengan acara makan siang.

Seminar Manajemen Resiko SDM oleh MSIG


BANDUNG, itb.ac.id - Saat ini telah dikenal cabang ilmu bernama Manajemen Resiko. Ilmu ini menggunakan pendekatan ilmiah terstruktur untuk mengelola atau meminimalkan berbagai macam resiko, misalnya kerusakanbangunan rumah akibat bencana alam, kerusakankendaraan bermotor akibat kecelakaan, kerugian perusahaan akibat penipuan oleh karyawannya, dan banyak lagi. Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) memperkenalkan dasar-dasar manajemen resiko melalui seminar yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI) ITB.

Bertindak sebagai pembicara seminar ialah Akihiko Kawakami (Finance Director PT Asuransi MSIG Indonesia), Tan Siew Heng (Human Resources MSIG Holding Asia), Santi Chaerani (General Affairs Manager of PT Asuransi MSIG Indonesia), serta Suryani (Human Resources Manager PT Asuransi MSIG Indonesia).

Para pembicara menuturkan, masyarakat Indonesia saat ini belum insurance minded (menyadari pentingnya memiliki asuransi - red), sehingga sulit menawarkan jasa asuransi kepada penduduk Indonesia.


Selain itu, belum banyak yang mengetahui jenis-jenis asuransi. Kebanyakan orang hanya mengenal asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Namun sebenarnya ada pula asuransi business interruption (berhentinya aktivitas bisnis dikarenakan kerusakan properti), contractor's all risk (asuransi yang melindungi pekerjaan konstruksi), machinery breakdown (kerusakan mesin akibat kegiatan operasi), marine insurance (melindungi properti yang ditransportasikan menggunakan kapal).

Sebagai salah satu perusahaan asuransi ternama, MSIG berhasil mengintegrasikan prinsip manajemen resiko ke dalam pengelolaan sumber daya.  Hal ini dilakukan untuk memberi kepuasan kinerja yang lebih tinggi bagi karyawan, meningkatkan produktivitas karyawan, memelihara hubungan baik antara karyawan dengan perusahaan, serta meminimalkan peluang terjadinya penipuan yang dilakukan oleh karyawan. Prinsip ini telah diterapkan dalam sistem perekrutan tenaga kerja MSIG.

Seminar bertempat di Galeri Campus Center (CC) Timur ITB, dan terselenggara pada Kamis (15/09/11). Peserta seminar terdiri atas mahasiswa ITB berbagai program studi, namun mayoritas peserta adalah mahasiswa program studi Teknik Industri.

Dalam pidato penutup seminar, Kepala Program Studi Teknik Industri Dr. Tota Simatupang mengungkapkan, "Praktek-praktek industri tidak lepas dari resiko. Yang harus kita lakukan bukanlah pasrah terhadap resiko, melainkan mengelola dan meminimalkan dampaknya. Manajemen Resiko sendiri adalah salah satu bidang keilmuan yang dipelajari di ITB,"

"Praktek asuransi selalu bergelut dengan usaha mengelola resiko. Sehingga seminar-seminar MSIG biasanya tidak jauh dari tema besar pengelolaan resiko," tambahnya. "Saya mengharapkan berlanjutnya kerja sama yang baik antara MSIG dan ITB."